Pernah ingin menambah koleksi CD musisi favoritmu, dan tidak ingin beli versi bajakan -untuk kali ini saja, habis artisnya keren abis sih, itung-itung biar gak dikutuk para musisi lokal yang karya-karya selalu kena bajak-. Tapi harganya pasti mahal dan bisa seharga tujuh kali makan nasi berlauk ikan goreng plus es teh manis di warteg sebelah?

Bagaimana kita tahu CD itu akan menggembirakan atau mengecewakan setelah kita membelinya atau tidak?

Tenang…ada beberapa cara:

– Beli bajakannya. (loh kok?!). Wops, tenang dulu. Kita beli CD/MP3 itu, terus dengar-dengar musiknya. Kalau 70 – 80% oke, hayuk berangkat ke toko yang jual CD asli, terus beli yang ada segel PPN-nya. Beberapa CD asli menyisipkan buku kecil (yang biasanya, covernya dijadikan cover CD itu sendiri). Tapi beberapa lainnya tidak. Jadi lihat-lihat dari samping kotak CD-nya dulu: ada tampak seperti lembar-lembaran kertas tidak? Dan biasanya kotak CD-nya terasa agak berat.
— Tapi cara diatas berpotensi membuat kita jadi malas beli CD aslinya. Lha, sudah ada CD yang bisa didengerin, buat apa beli aslinya? Paling suaranya enggak beda jauh-jauh amat. Lagian, gue juga kagak bisa nyanyi, dan kagak punya pitch control (dan apa pula arti pitch itu?)

– Oke, jadi cara lain kalau tidak mau tergoda bisikan setan bajakan itu, adalah buka website ini: http://www.amazon.com. Loh, itu’kan website untuk jual-beli benda-benda? Masak kita harus bikin rekening pay-pal dan musti punya kartu visa khusus transaksi luar negri (yang pastinya dalam kurs dolar)?
— Nah-nah. Kita ke sana bukan untuk berbelanja, tapi untuk membaca resensi CD. Seperti buku, ternyata di amazon.com ini juga banyak orang yang menggemari musik, dan bersedia menyisihkan waktu mereka untuk menulis resensi karya-karya musik dari musisi favorit mereka. Dari Green Day jaman Dookie dan Insomniac, sampai Avenged Sevenfold jaman Waking The Fallen dan The Sounding of Seventh Trumpet. Dari musisi yang tak pernah kedengaran namanya, sampai musisi papan atas yang baru tangannya keluar dari hotel tempatnya menginap bisa membuat ratusan penggemarnya (yang kebanyakan cewek) menjerit-jerit kegirangan. Jadi tinggal cek bintang, baca-baca, dan cocokkan pendapat mereka dengan selera kita :). Avenged Sevenfold (self-titled), atau City of Evil?
–Tapi masalahnya (bagi beberapa orang), 95% isi resensi hanya ada dalam bahasa Inggris. Sisanya bahasa Prancis, Spanyol, atau lainnya.
—- PS: Kalau tidak yakin dengan resensi, bisa coba dengar parohan lagu tersebut. Klik bagian listen (di baris yang sama dengan judul lagu), dan tunggu beberapa saat sampai Windows Media Player aktif dan mulai memutar lagunya.

– Jadi cara terakhir…yah, cari di Google.com, dan jangan lupa pilih ‘laman Indonesia’. Kalau kita bisa menemukan forum yang membahas khusus band tertentu, mereka akan dengan senang hati membantu, dan menjawab berbagai pertanyaan seputar musisi favorit kita (dan mereka). Toh, hitung-hitung, kali bisa dapat jadwal konser, sekalian tambah teman baru dan daftar kontak. Jangan kelewat jaim aja, lebih enak kalau kita bisa bersikap sebagai diri sendiri ketika berkomunikasi dengan orang lain’kan? 😀

Iklan