Menjelang Hari Raya Imlek (Gong Xi Fat Choi untuk mereka yang merayakannya juga :)!), kantor memberikan libur selama empat hari (terhitung dari Kamis – Minggu). Aku yang tidak punya rencana apa-apa, semula hendak berdiam diri saja di rumah, sembari merenungkan alasan kenapa saya mendadak kena penyakit “temb(a)k penulis” dan merasa tulisan-tulisan yang saya bikin terasa tak lebih berharga daripada coretan-coretan kasar tanpa arti dan semati rumput-rumput kuning pudar yang kering dan mengerikan itu.

Baca lebih lanjut